Hal yang saya tulis disini terinspirasi dari pengalaman saya setelah menjalani mata kuliah praktikum di kampus. Buat kawan-kawan yang kuliah di bidang sains, pasti sudah kenal dekat dengan yang namanya praktikum:))
Praktikum. SKS nya cuma satu sih.. tapii paling banyak nguras waktu, tenaga, pikiran, dan kertas.
Saya gatau persis sistem praktikum yang kawan semua jalani hehe..
Kalo yang saya jalani.. dalam satu praktikum terdapat beberapa modul. Satu modul per minggu. Setiap modul, ada laporan awal (lapaw) dan laporan akhir (lapak), ditambah lagi speaken (presentasi). Pada semester pertama dan kedua kuliah, masing-masing ada dua praktikum. Jadi, dalam seminggu saya harus mempersiapkan lapaw, lapak, dan speaken masing-masing dua rangkap. O_O
Laporan yang dibuat pun bukan sembarang laporan! Ada ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi, salahsatunya adalah "tulis tangan".
Semester pertama, saya menghabiskan satu rim kertas untuk membuat laporan dan setengah lusin tinta pulpen. Semester kedua, ternyata tidak cukup satu rim! Perlu ditambah beberapa puluh lembar kertas.
Capek?
Yaa! Pisan! Tapi apa boleh buat, semuanya harus dijalani:))
Loh kok bahasannya ga nyambung sama judul ya? ._.
Yang tadi itu cuma prolog, hehe.. fyi..
Nah, saat yang paling membahagiakan bagi para lapakers (sebutan di kelas saya untuk para pejuang laporan) adalah ketika bikin laporan terakhir:)))
Rasanya.. Semua bahagia~
"Ayoo, semangat kawaan! Lapak terakhir niih!!"
"Iyaaa!! Ayoo!"
"Semangaat!! Abis ini bisa tidur sepuasnyaa"
"Bentar lagi kita bisa tenang.."
Itu kata-kata yang sangat memotivasi:) moodbuster!
"Tapi ntar semester 3 ada 3 praktikum loh"
Syuuuut.. Semangat yang sudah memuncak, seketika surut:(
"Aku mah pengen cepet lulus ya Allah.. capeek.. pengen tenang"
***
"Aku pengen tenang.."
Kata-kata teman saya itu terngiang-ngiang dalam pikiran saya. Kapan sih kita bisa tenang?
Hmm.. kalo kita udah sukses:)
Kalo kita denger kata "sukses", mungkin yang terbayang adalah sisi duniawi, seperti pekerjaan, kendaraan, jabatan dsb.
Menurut KBBI, sukses adalah berhasil, beruntung.
Tapi.. apakah sukses hanya sebatas itu?
Saya pernah mengikuti seminar tentang enterpreneur. Pembicaranya adalah Aviscenna Venra. Remaja asal Jakarta yang pernah meraih penghargaan sebagai inspirator termuda se-Asia Tenggara. Penghargaan itu didapatkan ketika beliau berusia 16 tahun. Beliau seangkatan dengan saya. Sama-sama mahasiswa tingkat dua. Saat ini, beliau sudah memiliki banyak perusahaan mulai dari Rumah Sakit Bersalin, Consulting, Kuliner dan masih banyak lagi. Selain itu, beliau adalah orang yang sangat kuat agamanya.. Islami. Hal ini terlihat dari materinya yang banyak menyinggung nilai-nilai Islam. Dakwah terselubung:)
Menurut Cenna, sukses adalah.. Ketika sudah tidak ada masalah dan satu-satunya tempat ketika tidak ada masalah adalah... Surga.
Jadi, sukses adalah surga.
Yap benar. Saya setuju. Dunia adalah tempat kita berusaha dan berdoa. Tempat kita berlelah-lelah, bersusah-payah.. dalam kebaikan tentunya. Kesempatan untuk mengumpulkan perbekalan untuk akhirat. Satu-satunya kesempatan. The one and only.
Saya tahu.. kami.. kalian.. kita.. semua.. sedang berada di tengah pertempuran *uhuk diklat uhuk*. Ada banyak hambatan. Ada banyak tekanan.
Pasti bakal capek..
Yap benar.
Jadi apa solusinya?
Bismillah :))
Niatkan semuanya hanya untuk Allah..
Kenapa?
Karena lebar.. Lebar pisan.
Tanpa niat yang lurus, yang kita dapatkan hanyalah capek nya aja. Lebar kan..
Yang penting niat kita hanya untuk mendapat ridha Allah sebagai bekal akhirat kita. Gausah mempermasalahkan hasil. Hasil itu kejutan dari Allah. Hadiah dari Allah. Tugas kita hanya berusaha dan berdoa semaksimal mungkin:))
Semangat kawan!!
Semangat meraih sukses.. Semangat meraih surga:)