Saudaraku, engkau terlahir sebagai pemenang
dibesarkan menjadi seorang pejuang
dilatih sebagaimana seorang petarung
dan untuk Tuhan, engkau bertempur
engkau tangkas menerpa badai
engkau gagah di depan lawan
Jika kau jadikan Allah tumpuan,
kemenangan akan kau dapatkan
wahai para petarung
engkau menyerang dengan taringmu
engkau menyergap dengan cakarmu
Saat kau lantangkan kalimatullah
yakinlah dengan kejayaanmu
---
Wahai saudaraku,
sedikit wasiat leluhur kututurkan
Ketika kita sudah berada di jalan menuju Allah, maka berlarilah,
sedikit wasiat leluhur kututurkan
Ketika kita sudah berada di jalan menuju Allah, maka berlarilah,
berlarilah dalam menghadang lawanmu
dan jika kamu tak sanggup untuk belari, maka berlari-lari kecillah
berlari-lari kecillah untuk menghadang lawanmu
dan jika kamu tak mampu berlari-lari kecil, maka berjalanlah
berjalanlah untuk menantang musuh-musuhmu
dan jika kamu tak sanggup berjalan, maka merangkaklah
merangkaklah untuk sampai ke tujuanmu
Namun jangan pernah engkau berhenti dan berbalik arah
---
Wahai saudaraku,
Penuhilah panggilanmu
datangilah medan-medan jihadmu
sesungguhnya Allah telah memilihmu
memilihmu menjadi penolong agama-Nya
Lalu jika kamu sudah membulatkan tekadmu,
maka berserah dirilah pada tuhanmu
jangan berpaling dari amanahmu
jangan menghindar dari kewajibanmu
datangilah medan-medan jihadmu
sesungguhnya Allah telah memilihmu
memilihmu menjadi penolong agama-Nya
Lalu jika kamu sudah membulatkan tekadmu,
maka berserah dirilah pada tuhanmu
jangan berpaling dari amanahmu
jangan menghindar dari kewajibanmu
Sesungguhnya amat berat di sisi Allah
saat kamu berpaling dari keharusanmu
siksa nyata dari Allah
untuk engkau yang menyia-nyiakan amanahmu.
---
Wahai, saudaraku
Tegakkanlah kepalamu
Teriakkan Takbirmu
kobarkanlah semangat jihadmu
angkatlah senjata-senjatamu
Aumkan nafas-nafas mujahidmu!
Sesungguhnya aku di sini menanti
menanti kalian untuk berjuang bersamaku
berjuang dalam tali agama Allah yang satu
berjuang menegakkan islam di bumi Allah ini
menjadi sebaik-baik insan yang pernah berjalan di atasnya.
---
Wahai saudariku
pesan ini kutujukan padamu
para calon ibu yang akan mendidik mujahid-mujahid baru
Engkau harus kuat, saudariku
engkau harus mantap, wahai saudariku
Karena engkau akan menjadi kunci keberhasilan kaummu
engkau akan menjadi ujung tombak kelahiran ummat yang maju
Engkau tidak boleh lemah
engkau tidak boleh malas
engkau boleh mengaku lelah
namun jangan sampai engkau menyerah
Wahai saudariku,
Manis-asinnya dakwah memang selalu engkau rasakan setiap hari
pahit-getirnya dakwaj sudah menjadi pengananmu setiap hari
Namun jangan kamu berhenti sampai di sini
engkau harus berlari,
Dan jika berat, maka engkau harus berlari-lari kecil
dan jika lelah, maka engkau harus berjalan
dan jika itu tidak bisa, maka engkau harus merangkak
merangkaklah...
merangkaklah walau berat
namun jangan pernah engkau berhenti,
dan jangan pernah engkau berbalik arah.
---
Wahai saudara-saudariku
berjuanglah
berlarilah
bertarunglah
dan jangan engkau kembali dengan menyerah
Wahai, saudara-saudariku
kami menunggu kalian
Untuk bersatu di barisan yang padu
untuk bertempur di medan yang berdebu
Jalannya akan sulit
jalannya penuh duri
namun jangan pernah engkau hiraulan itu semua
Karena bunga edelweis yang indah kan selalu hadir di puncak gunung yang tertinggi
krena mawar yang merah tidak pernah tumbuh tanpa berduri
Karena jalan para pejuang tidak pernah mudah,
namun akan indah pada waktunya...
-Orasi Diklat Aktivis Muda KACMA #1 2015
saat kamu berpaling dari keharusanmu
siksa nyata dari Allah
untuk engkau yang menyia-nyiakan amanahmu.
---
Wahai, saudaraku
Tegakkanlah kepalamu
Teriakkan Takbirmu
kobarkanlah semangat jihadmu
angkatlah senjata-senjatamu
Aumkan nafas-nafas mujahidmu!
Sesungguhnya aku di sini menanti
menanti kalian untuk berjuang bersamaku
berjuang dalam tali agama Allah yang satu
berjuang menegakkan islam di bumi Allah ini
menjadi sebaik-baik insan yang pernah berjalan di atasnya.
---
Wahai saudariku
pesan ini kutujukan padamu
para calon ibu yang akan mendidik mujahid-mujahid baru
Engkau harus kuat, saudariku
engkau harus mantap, wahai saudariku
Karena engkau akan menjadi kunci keberhasilan kaummu
engkau akan menjadi ujung tombak kelahiran ummat yang maju
Engkau tidak boleh lemah
engkau tidak boleh malas
engkau boleh mengaku lelah
namun jangan sampai engkau menyerah
Wahai saudariku,
Manis-asinnya dakwah memang selalu engkau rasakan setiap hari
pahit-getirnya dakwaj sudah menjadi pengananmu setiap hari
Namun jangan kamu berhenti sampai di sini
engkau harus berlari,
Dan jika berat, maka engkau harus berlari-lari kecil
dan jika lelah, maka engkau harus berjalan
dan jika itu tidak bisa, maka engkau harus merangkak
merangkaklah...
merangkaklah walau berat
namun jangan pernah engkau berhenti,
dan jangan pernah engkau berbalik arah.
---
Wahai saudara-saudariku
berjuanglah
berlarilah
bertarunglah
dan jangan engkau kembali dengan menyerah
Wahai, saudara-saudariku
kami menunggu kalian
Untuk bersatu di barisan yang padu
untuk bertempur di medan yang berdebu
Jalannya akan sulit
jalannya penuh duri
namun jangan pernah engkau hiraulan itu semua
Karena bunga edelweis yang indah kan selalu hadir di puncak gunung yang tertinggi
krena mawar yang merah tidak pernah tumbuh tanpa berduri
Karena jalan para pejuang tidak pernah mudah,
namun akan indah pada waktunya...
-Orasi Diklat Aktivis Muda KACMA #1 2015